Begadang

Posted by Imam Sahal On Rabu, 14 September 2011 0 komentar


Membaca sebuah artikel di koran KR kolom Swara Kampus yang kira-kira berjudul “Mahasiswa dan Begadang” membuat memori saya me-play sebuah lagu dari Raja Dangdut Rhoma Irama “begadang jangan begadang.....dst”. Memang ritual begadang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sebagian mahasiswa. Tugas yang menumpuk kadang memaksa untuk kerja lembur sampai larut malam bahkan tidak tidur sama sekali. Gadgetnya mulai dari mesin tik (jadul banget hehe), laptop, catatan, berjudul-judul buku referensi (atau bahkan justru hasil makalah teman), kopi, full music, dan camilan. Terkadang bahkan cukup dengan mbah Google yang serba tahu.
Kebiasaan ini tak bisa sepenuhnya disalahkan. Survey membuktikan (hasil wawancara KR) tanggapan dari mahasiswa bervariasi. Ada yang menanggapinya secara positif dengan beralasan bahwa kondisi malam hari lebih mood untuk mengerjakan tugas atau karena waktu yg benar-benar mepet. Sebaliknya ada yang mengkritiknya karena pola hidup sering begadang dapat merusak kinerja metabolisme tubuh. Riset kesehatan membuktikan terlalu sering beraktivitas hingga larut malam dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Mulai dari kadar darah yang tidak normal, mudah terserang flu, kesehatan mata yang menurun, sampai kematian (mati siapapun akan mengalami toh hehe). Sering menunda tugas juga sebenarnya yang menjadi penyebab begadang ini. Curhat teman saya bahkan membuktikan bahwa ada orang-orang yang bekerja harus underpressure. Artinya ia baru bisa mengerjakan tugas saat benar-benar waktunya mepet dan dosennya sudah marah minta disetor.
Jadi begadang diperbolehkan atau tidak? Sampai saat ini MUI belum mengeluarkan fatwa tentang keharaman begadang. Selama besoknya shalat shubuh tetap dilaksanakan tentu tidak mengapa. Namun alangkah baiknya jika kita menjaga pola hidup sehat dengan tidak begadang. Sebuah pepatah arab mengatakan ”cepatlah tidur-cepatlahbangun-maka hidupmu akan sukses”. Konsistensi terhadap waktu dan kedisiplinan mengerjakan tugas jadi kuncinya. Kerjakan sekarang apa yang bisa, nyantai kemudian. Saat orang lain begadang ria, kita bisa menikmati lelapnya tidur. Talk less, do more. Kalaupun waktu sudah mengkeret habis, begadang bisa jadi solusi terakhir asal iringi dengan makan teratur, olahraga, dan banyak makan buah-buahan.
Heum, jadi masihkah kita begadang?
Semoga artikel Begadang bermanfaat bagi Anda.

Jika artikel ini bermanfaat,bagikan kepada rekan melalui:

Poskan Komentar